Dosen-dosen Program Studi PBSI Unika Santu Paulus Ruteng Melakukan PKM ke SMAN 2 Sambi Rampas

Selain PKM Dosen  yang dilakukan atas inisiatif pribadi dan kelompok, Prodi PBSI selalu memfasilitasi PKM yang dilakukan secara bersama.

Setiap tahun, Prodi PBSI Unika Santu Paulus Ruteng secara rutin mengagendakan kegiatan PKM yang dilakukan secara bersama. Tahun ini, kegiatan PKM ditargetkan dilakukan di Kabupaten Manggarai  Timur, tepatnya di Pota. Pemilihan lokasi disesuaikan dengan permintaan subjek PKM, juga disesuaikan dengan target pengembangan kemitraan Prodi PBSI  yang menyeluruh. Petrus Sii, selaku ketua koordinator PKM Prodi PBSI mengatakan bahwa “Pemilihan SMAN 2 Sambi Rampas sebagai subjek PKM juga berdampak pada promosi Prodi PBSI dan Promosi Universitas”

Kegiatan PKM kali ini dilaksanakan, di SMAN 2 Sambi Rampas, dengan tema “Membudayakan Literasi Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah.” Kegiatan ini telah dipersiapkan selama satu minggu. Sedangkan kegiatan  tatap muka baru dilakukan pada tanggal 21 Mei 2022. Dalam sabutan Kepala Sekolah SMAN 2 Sambi Rampas,  Lukman, S.Pd mengatakan sekolahnya sangat membutuhkan bimbingan keterampilan berbahasa. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Perguruan Tinggi adalah sumber pengetahuan dan inovasi dalam bidang pendidikan, maka ia dan seluruh warga sekolahnya sangat antusias dengan kegiatan ini.

Kegiatan PKM ini, dilakukan secara berkelompok. Siswa dibimbing berdasarkan minat. Semua dosen Prodi PBSI terlibat dalam proses bimbingan  ini. Terdapat beberapa topik bimbingan yang dilakukan, yaitu menulis kreatif, menulis ilmiah, menulis puisi, bermain peran, membaca cepat, dan apresiasi prosa. Bimbingan juga dilakukan terhadap guru-guru. Topik bimbingan terhadap guru, yaitu  penggunaan ejaan bahasa Indonesia dalam keterampilan menulis surat. Dalam sambutan penutup ketua Prodi PBSI, Bonefasius Rampung mengatakan, ia sangat berharap pihak sekolah, baik kepala sekolah, guru, maupun tenaga pendidik bersinergi untuk  membudayakan kegiatan literasi bahasa dan sastra pada siswa-siswi. Hal tersebut wajib dilakukan karena kemampuan berbahasa dan bersastra akan membantu siswa dalam mengembangan berbagai potensi lainnya. Pada akhir sambutan, ia mengucapkan terima kasih atas kesediaan sekolah yang telah menerima Prodi PBSI sebagai mitra. Kegitan itu ditutup dengan penyerahan kenangan berupa buku dan jurnal bahasa, sastra Indonesia. (Adm:OM)