Tuty Ungguli Pemilihan Ketua BEM Unika St.Paulus Ruteng

Clara Astuty Jaya dari Prodi PBSI) akhirnya berhasil unggul menyingkirkan 3 Kandidat Ketua BEM Unika untuk periode 2022/2023 dalam pemilihan Kamis(16/6) di Kampus Unika Santu paulus Ruteng

Suksesi kepemimpinan mahasiswa, Badan Eksekutif Mahaiswa Universitas Katolik Indonesia (BEM Unika) Santu Paulus Ruteng masa bakti 2022/2023 berlangsung dalam pemilihan yang demoratis, Kamis (16/6).

Pemilihan pucuk tertinggi dalam kepemimpinan mahasiswa (BEM) Unika Santu Paulus Ruteng, akhirnya mengerucut dengan terpilihnya Clara Astuti Jaya dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI).

Tuty berhasil mengungguli tiga kandidat lainnya Hironimis Udin (PGSD), Oktarianus Y.S Ngajang (Agronomi) dan Donatur R. Nggarang (Keperawatan).

Berdasarkan data pemilih yang dilansir KPU ada 1.502 peserta yang hadir dalam pesta demokrasi tingkat universitas ini. Para mahasiswa yang berhak suara dalam pemilihan ketua BEM ini hanyalah mahasiswa tingkat I sampai tingkat III.

Jumlah peserta itu melakukan pemilihan pada 12 titik Tempat Pemungutan Suara TPS). Proses pemilihan berlangsung pukul 08.00–15.00 Wita. Pengitungan berlansung Pukul 15.00 –21.00 dan berlokasi di Aula Missio.

Proses penghitungan suara yang relatif lama ini, diitandai dengan dan ditandai saling mendahului antara para calon. Hasil akhir penghitungan suara sah diketahui perolehan suara setiap kandidat sesuai dengan nomor urut sebagai berikut. Nomor urut 1 mendulang 359 suara, nomor urut 2 mendulang 437 suara, nomor urut 3 didukung 254 suara, dan nomor urut 4 mendapat dukungan dari 452 suara. Nomor urut 4, Clara Astuty Jaya mahasiswi prodi PBSI meraih suara terbanyak, terpaut 15 suara lebih pesaingnya yang berada pada peringkat kedua.

Tuty, demikian Clara Astuty Jaya dipanggil satu-satunya perempuan yang bertarung dalam perebutan posisi tertinggi dalam organisasi kemahasiswaan kampus Unika St.Paulus Ruteng ini. Dalam sejarah kepemimpinan mahasiswa di Unika, Tuty sekaligus sebagai perempuan pertama yang menduduki posisi Ketua BEM.

Tuty yang terpilih sebagai ketua BEM Unika periode 2022/2023 ini tergolong mahasiswa yang sudah banyak terlibat dalam berbagai organisasi. Sebelum memastikan maju dalam kontestasi pemilihan ketua BEM ini, Tuty pernah berkecimpung dalam oraganisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan menjabat Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bahasa dan Sastra Indonesia 2020/2021. Sososk Tuty tergolong cukup familiar untuk kalangan mahasiswa di kampus.

Ketika ditanya pasca-penetapannya sebagai ketua BEM Unika oleh Ketua Pemililihan Umum (KPU), Leonardus Arman Surian dari Program Studi Teologi, ketua BEM baru itu menyatakan syukur dan terima kasih atas kepercayaan sebagaian besar mahasiswa untuk dirinya. Baginya, keunggulan yang didapatkannya dalam kontestasi ini secara tidak langsung menegaskan bahwa perempuan juga harus diberi peran dalam urusan publik dalam konteks kampus.

Ketua BEM baru, mantan anggota GMNI itu bertekad menghadirkan inovasi antara lain akan menerapkan program kotak aspirasi digital sebagai platform untuk mengakomodasi aspirasi para mahasiswa.

Tuty mengharapkan adanya dukungan semua pihak dan terutama mahasiswa perempuan untuk bersama bangkit dan bangkit bersama melaksanakan berbagai program akan membanggkan kampus umumnya dan organisasi kemahasiswaan khususnya. (enob)