Prodi PBSI, Unika St.Paulus Ruteng Melepas 125 Sarjana Baru

Rabu, (27/7/2022) bertempat di Aula Gedung Utama Barat Lt.5 Unika Santu Paulus Ruteng, Keprodi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Romo Bonefasius Rampung, S.Fil.,M.Pd. bersama staf dosen Prodi PBSI melepas 125 Sarjana baru tamatan tahun 2022.

Staf dosen dan tenaga kependidikan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Unika St.Paulus Ruteng, Flores untuk sekian kalinya melaksanakan acara pelepasan tamatannya dalam sidang bertajuk Yudisium Sarjana khususnya Sarjana Bahasa dan Sastra Indonesia.

Ritus Yudisium ini tercatat dilaksanakan bagi angkatan ke-5 yang memulai perjuangan mereka sejak masuk tahun 2018. Tercatat ada 99 orang sarjana baru dari angkatan 2018 sementara 26 orang dari angkatan sebelumnya.

Berdasarkan data sekretariat program studi PBSI, tercatat bahwa dengan dilepaskannya para sarjana baru dalam Yudisium tahun ini, maka Unika Santu Paulus Ruteng khususnya Prodi PBSI telah menamatkan 711 orang sarjana bahasa dan sastra Indonesia dengan rincian perangkatan I sampai angkatan V masing( 152, 160 ,177, 97, dan 125).

Dalam Yudisium angkatan V ini tercatat 24 orang mahasiswa meraih predikat kelulusan dengan pujian (Cum laude) dengan rentangan Indeks Prestasi Kumulatig (IPK: 3,51—3,74). Peringkat 1 sampai 3 masing-masing diraih Maria Trifena Salut (3,74), Maria Libertiani Junita (3,73), dan Stefani Sonia Bechmans Bahus (3,72). Sementara itu, 97 orang meraih predikat sangat memuaskan (IPK 3,03—3,50), dan 4 orang berpredikat Memuaskan (IPK 2,75—2,98).

Selebarasi yudisium ini dihadiri para sarjana baru dan sebagian besar dosen yang ber-home base pada prodi PBSI. Yusium dipimpin Ketua program Studi, Romo Boenfasius Rampung, S.Fil.,M.Pd.

Dalam arahan awalnya keprodi menyampaikan ucapak terima kasih dan apresiasi kepada Pihak Yaspar, Rektor Unika, Para Warek, Dekan, Orangtua/wali mahasiswa, pada dosen, dan para tenaga kependidikan yang yang telah berkontribusi positf mengantar 125 orang meraih predikat sarjana pendidikan bahasa dan sastra Indonesia.

Magister Pendidikan tamatan Universitas Negeri Malang itu, dalam bagian lain mengharapkan agar gelar sarjana yang disandang hendaknya bernilai produktif dan berkontribusi positif dalam kehidupan nyata ketika para sarjana berkiprah senyatanya di tengah masyarakat.

“Anda semua diutus sebagai duta intelektual dari kampus Unika umumnya dan dari prodi PBSI khususnya, hendaknya dapat membuktikan bahwa kalian itu sarjana yang “membidani” bahasa. Bahasa dan sastra dan segala sesuatu yang berlaian dengan aktivitas kebahasan baik tulis maupun dalam bertutur kiranya sungguh membedakan Anda dari sarjana yang lain”, demikian salah satu point yang menjadi harapan keprodi ini.

Selanjutnya, mantan guru dan pembina Seminari Pius XII Kisol ini (1995—2011) ini menambahkan, “Hari ini Anda boleh melepaskan aneka identitas seperti jaket alma mater, seragam prodi sebagai tanda berakhirnya status kemahasiswaaan Anda tetapi semangat belajar kiranya tidak berhenti. Semangat membaca harus terus dipacu dan jadikan Kitab Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indnesia (PUEBI) menjadi kitab sucimu sebagai sarjana bahasa”.

“Kami semua berbangga pernah berjalan bersama Anda, dan tentu kami juga akan berbangga kalau Anda semua menjadi alumi yang sukses dan menghadirkan citra program studi dalam tugas dan pekerjaan Anda. Alma mater dan kami pra dosen tetap berdoa sambil berharap Anda semua sukses dan menjadi alumni yang pantas dibanggakan”, demikian kata akhir keprodi menutup rangkaian acara yudisium hari ini.(enob)